Alexandre Pato “Si Bebek” jenius dari AC Milan

 

Pemain muda AC Milan yang bernama asli Alexandre  Rodrigues da Silva ini lahir di Pato Branco, Paraná, Brasil pada tanggal 2 September 1989. Mempunyai tinggi badan sekitar 1,79 meter atau 5 feet 10,5 inch. Memulai karier sepakbola dari sebuah klub lokal Brasil yang bernama Internacional yang mempunyai home base di kota Porto Alegre Brasil. Debut awal Pato di klub ini adalah ketika membantuInternacional membantai Palmeiras 4-1 di Liga Brasil pada 26 Nopember 2006. Sebuah debut manis dilakukan pemuda yang saat itu baru berusia 17 tahun, karena pada pertandingan tersebut Pato ikut mengkreasikan 3 gol yang bersarang di gawang lawan, dan di akhiri dengan satu gol cantik yang lahir dari sentuhan kaki-nya.

Mulai dari saat itulah karier sepakbola Pato terus berkibar. Banyak pencari bakat klub-klub besar Eropa seperti Real Madrid, AC Milan, InterMilan, Barcelona, PSV Eindhoven mulai kasak-kusuk agar bisa memboyong Pato. Segala cara mereka lakukan agar Pato segera hijrah ke Eropa dan bermain di klub mereka. Namun pemilik Internacional Vitório Piffero rupa-nya tak bergeming dan sengaja menahan Pato agar tetap di klub-nya. Ini taktik dagang yang jitu untuk menaikkan harga jual Pato.

Taktik dagang Vitorio ternyata seiring dengan prestasi sepaktakuler Pato ketika membawa Internacional menjuarai FIFA WorlCup 2006 dengan menekuk Barcelona (1-0) di partai final pada tanggal 17 Desember 2006. Memang pada partai final ini Pato tidak mencetak gol kemenangan, tapi permainan aktraktif Pato telah membuat klub-klub pemburu-nya semakin kebelet untuk segera meminangnya. Tak pelak harga Pato pun semakin jauh melambung.

2 Agustus 2007 adalah sebuah tanggal bersejarah bagi Pato. Itulah kali pertama Pato memulai karier di benua Eropa. AC Milan adalah klub yang paling beruntung diantara klub-klub pemburu Pato. Dengan menggelontorkan uang senilai 22 juta Euro, Milan berhasil memaksa Vitorio bertekuk lutut, dan merelakan Pato untuk bermain di klub milik Silvio Berlusconi ini. Sudah tentuVitorio pun tersenyum lebar dengan transaksi ini, karena kas Internacional sudah pasti semakin terisi penuh.

Pilihan Pato untuk berlabuh di AC Milan pun dinilai sebuah pilihan yang tepat dan di waktu yang tepat pula. Di saat itu Milan tengah mengalami krisis striker, sepeninggal Andreij Shevchenko. Striker Ronaldo dan Inzaghi saat itu tengah bergelut dengan cedera, sedangkan Alberto Gilardino tidak kunjung memberikan permainan terbaiknya buat Milan. Maka kedatangan Alexandre Pato seakan memberikan angin segar buat skuad Milan terutama di lini depan. Namun sayang seribu sayang, debut Pato di Milan harus tertunda oleh karena regulasi di Liga Italia dimana Pato direkrut pada saat jendela transfer awal musim sudah ditutup. Walhasil Pato hanya boleh memperkuat Milan pada saat jendela transfer tengah musim dibuka kembali yaitu pada tanggal 3 Januari 2008.

Tapi penantian supporter Milan terhadap Pato ternyata tidak sia-sia. Debut Pato bersama Milan berbuah manis pada saat membantu Milan menggilas Napoli (5-2) pada tanggal pertandingan yang berlangsung di San Siro pada tanggal 13 Januari 2008. Tapi yang lebih sepaktakuler lagi ketika Pato membukukan 2 gol indah ke gawang Genoa pada tanggal 27 Januari 2008. Skor 2-0 untuk Milan atas Genoa pada pertandingan tersebut mempertegas pembuktian kualitas seorang Alexandre Pato bagi pendukung dan manajemen klub Milan. Sayang pembuktian Pato harus terhenti sejenak ketika dia mengalami cedera engkel sesaat setelah membukukan gol kemenangan Milan atas Fiorentina pada tanggal 3 Februari 2008.

Perjalanan karier sepakbola Pato di benua Eropa memang baru saja dimulai. Pato harus bisa membuktikan diri bahwa dia mampu bersaing dan menunjukkan kualitas permainan terbaiknya di kompetisi yang sangat ketat juga penuh trik dan intrik. Milan ibarat ‘kandang’ yang tepat buat ‘si bebek’ ini dalam mengembangkan karier sepakbola-nya. Soal komunikasi bahasa dan gaya bermain bola di Milan rasa-nya bukan kendala berarti bagi Pato, karena di skuad Milan banyak diisi oleh kompatriot Brasil-nya seperti Cafu, Nelson Dida, Serginho, Digao, Emerson, Ronaldo, dan terlebih ada seorang Ricardo Kaka yang bisa menjadi mentor sekaligus penyuplai bola-bola indah bagi Pato. Yang utama bagi Pato sekarang adalah bagaimana dia bisa menata mental, fisik dan teknik bermain bola agar bisa menaklukan gaya permainan sepakbola Eropa yang menuntut kekuatan fisik, kecepatan, dan yang teknik yang tinggi. Jika Pato mampu memenuhi itu, maka sangat bisa dipastikan dia bersama Kaka akan menjadi ‘duet maut’ yang sukar ditaklukan oleh lawan manapun. Ladang kesuksesan bagi Pato sudah didepan mata, tinggal bagaimana Pato mengolahnya ! Julukan ‘Si Bebek Jenius dari AC Milan’ rasanya sangat tidak berlebihan, hanya butuh waktu untuk lebih membuktikannya. Go…Pato..!!!

 Pato Saat berkustom Tim Nasional Brasil

(Pato saat membela Tim Nasional Brasil)

 

(Pato saat masih ber-kostum Internacional) 

(Pato saat sudah bermain bagi AC Milan)

 

Catatan Karier Pato
Internacional

  • Juara Liga Brasil Sub-20 tahun 2006  (Internacional)
  • Juara FIFA Club World Cup : Tokyo 2006 (Internacional)
  • Juara Recopa Sudamericana: 2007 (Internacional)

Total gol selama karier  : 40 pertandingan dengan 18 gol.

 Brazilian National Football Team Winner
2007 South American U-20 Champion

Dipublikasi di personal player profiles | 2.609 Komentar